Posted by: pimbem | May 14, 2008

perjalanan itu…..

Alhamdulillah… akhirnya, setelah menunggu selama 2 malem di Hotel Century, rombonganku yang terdiri dari 8 orang berangkat menuju Jeddah. Kenapa jumlahnya hanya 8 ida? menurut Pak Amrul, pihak travel-nya kehabisan tiket untuk diberangkatin sama2 (rombongan bri ada 39 orang), akhirnya ditinggallah kami yang b8 ini, Tp gpp, kesana niatnya kan ibadah bukan buat rame2an hehehe.. Tuhan, bimbinglah aq selama disana, jadikan aq manusia yang selalu bersyukur, selalu berterimakasih akan segala kebesaran dan keagungan-Mu. Well, selama 9 jam perjalanan, sungguh, baru sekali ini aq naik Boeing 747-400, besar banget, 2 tingkat pula, kokpitnya ada di lt 2, kami yg duduk di kelas executive hampir berada di daerah moncong pesawat, keren deh, aq bahkan sempat main2 ke belakang sm ke atas, Subhanallah, bnr2 Allah yang maha kuasa telah memberikan manusia akal, pikiran, dan kekuatan untuk menciptakan mesin yang beratnya berton2 dan menampung hampir 500 orang ini untuk terbang.

Hari pertama -Kamis, 01 Mei 2008-

Pukul 14.00 Waktu Saudi Arabia (WSA, -4 jam dari WIB) kami sampai di King Abdul Aziz Jeddah. Hawa panas lgs terasa. Kami melaksanakan sholat dzuhur dan ashar disana. Setelah itu kami lgs menunju Madinah. Sepanjang perjalanan aq tak henti2nya berdzikir, mengingat kebesaran Allah dan membayangkan ibu bapak yang bbrp bulan lagi akan menginjakkan kaki disini, sungguh, ingin menangis rasanya. Tak pernah terbayangkan, bahkan dalam mimpi sekalipun, kl aq akan menginjakkan kaki di tanah kelahiran Islam. Kurang dari 4 jam kami telah sampai di salah satu Tanah Haram, yaitu Kota Madinah. Kenapa disebut tanah haram? Krn hanya org2 muslim saja yg boleh memasuki kota ini. Selain Madinah, kota suci lainnya adalah Mekkah. Setelah meletakkan barang di kamar hotel (kami menginap di Al-Harithyah Hotel), aq, Ummi, dan Teh Elly langsung bergegas ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan Sholat Maghrib dan Isya disana. Subhanallah, ingin menangis rasanya ketika memasuki gerbang Masjid Nabawi, Luas dan besar sekali. Kl ga ada ummi mgkn sudah sesat aq disana. Setelah melaksanakan sholat Maghrib dan Isya kami pun tetap berada di sana untuk masuk ke Raudhah, makam Rasulullah SAW. Karena banyak orang yang ingin kesana, petugas2 disana membagi kami sesuai dgn negara. Negara2 yg berbahasa melayu dikelompokkan dalam 1 grup. Alhamdulillah si mas mbawain aq alquran kecilnya sehingga waktu menunggu kuhabiskan dengan mengaji. Selama 2 jam menunggu akhirnya tiba giliran kami memasuki Raudhah, disana aq berdesak2an, bahkan sempat terjepit di antara tiang dan seorang ibu yg sedang sholat, alhamdulillah aq sempat melaksanakan sholat sunah 2 rakaat di sana, sambil bersujud aq pun memanjatkan doa. Tak lama, tubuhku sudah ditarik oleh Ummi. Disana aq sempat melihat mimbar Nabi Muhammad SAW, membayangkan beliau berdiri di atasnya, subhanallah, aq menangis lagi. Kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Letih sekali tubuh ini tapi hatiku sangat senang dan bersemangat untuk terus dan terus bersujud, berdoa, dan mengaji di masjid kesayangannya Nabi Muhammad SAW.

Hari Kedua -Jumat, 02 Mei 2008-

Kami melaksanakan sholat tahajud dan subuh di Mesjid Nabawi. Meski hanya sempat tidur bbrp jam tp entahlah, energi buat ke sana selalu saja ada. Terimakasih Ya Allah. Setelah subuh Ummi memaksaku untuk meninggalkan Mesjid Nabawi krn menurutnya km masih punya satu hari lg disana jd lebih baik pagi2 ini dihabiskan untuk berjalan2 dan beristirahat supaya nanti siang dan malam bisa ke Raudhah lg. Ah, berat sekali rasanya meninggalkan mesjid ini. Aq masih ingin mengaji dan berdizikir disana. Setelah sempat jalan2 di sekitar hotel kami pun membersihkan diri krn acara selanjutnya adalah ziarah kota Madinah. Selama di perjalanan, kami, rombongan yg tertinggal, kaget sekali ketika diberitahu bahwa siang ini sudah akan meninggalkan Madinah krn pihak travel akan kesulitan jika tidak menggabungkan kami ke kelompok sebelumnya. Duh, jadi ini alasan knp subuh td rasanya berat sekali aq meninggalkan Mesjid Nabawi. Rasa kecewa sempat terselip tp ya sudahlah, mudah2an suatu hari nanti aq diberi kesempatan untuk kesini lagi. Selama berziarah kami mengunjungi beberapa tempat di antaranya Mesjid Quba, Jabal Uhud, dan Kebun Kurma. Setelah melaksanakan shalat jumat dan makan siang, kami berpakaian ihram dan meninggalkan kota Madinah. Sedih sekali, rasanya terlalu cepat. Pukul 22.00 WSA kami tiba di Kota Mekkah setelah sebelumnya mengambil miqot (niat untk melaksanakan umroh) di Bir Ali. Setelah meletakkan barang2 di kmr hotel (kami menginap di Hotel Al-Massa) dan makan malam, kami pun melaksanakan umroh pertama di Masjidil Haram. Masjidil Haram tidak kalah megahnya dengan Masjid Nabawi. Disinilah kabah, tempat dimana umat muslim di seluruh penjuru dunia berkiblat, berada. Ketika memandang kabah untuk pertama kalinya, hanya kata2 Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahailallah, Wallahuakbar.. yang terucap dr bibirku, air mataku pun menetes lg. Ah, selama di negeri arab ini, sudah berliter2 air mata yg kutumpahkan, bahkan dengan menulis kembali pengalaman ini, air mataku pun rasanya mo tumpah, tak terbayangkan rasanya. Alhamdulillah ya Allah, dari semenjak di Madinah aq dibarengin sm Ummi yang udah 4 kali menunaikan haji sehingga beliau hapal sekali dgn tata cara umrah. Beliau-lah yg membimbingku. Mulai dr Thawaf (mengelilingi kabah sebanyak 7 kali), Sa’i (berjalan dari Bukit Shafa dan Marwah), serta Tahalul (menggunting sedikit rambut sebagai rukun akhir umroh). Setelah itu kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Hari Ketiga -Sabtu, 03 Mei 2008-

Sepanjang hari ini kami menghabiskan dengan ibadah; melaksanakan shalat dan mengaji di masjidil haram. Aq bahkan beberapa kali melaksanakan thawaf sunah bersama Ummi dan Teh Elly. Ingin rasanya mencium Hajar Aswad dan berdoa di Mustazam tp apa daya, terlalu banyak org2 yang berebutan untuk kesana, kami pun mengalah. Alhamdulillah, hampir di setiap thawaf, setelah melaksanakan sholat sunat 2 rakaat di depan Hijr Ismail, kami bisa mencium Hijr Ismail. Disana aq tak henti2nya memanjatkan doa. Mohon ampun atas semua kesalahan dan kekhilafanku. Bahkan terkadang air mata ini meleleh, teringat akan ibu dan bapak. Ya Allah, ampunilah dosa2 kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aq kecil… Amin Ya Rabbal Alamin.

Hari Keempat -Minggu, 04 Mei 2008-

Kami melaksanakan ziarah kota Mekkah. Banyak tempat yang kami kunjungi, diantaranya Ladang Unta, Jabal Nur, Jabal Rahmah, Padang Arafah, Mina, dan Muzdalifah. Karena keterbatasan waktu, kami hanya sempat turun di Ladang Unta dan Jabal Rahmah.

Hari Kelima dan Keenam -Senin, 05 Mei 2008 – Selasa, 06 Mei 2008-

Kami mengisi 2 hari ini dengan ibadah, istirahat, belanja. Alhamdulillah sempet ngelaksanain dua kali umroh lagi dengan mengambil miqot di Tan’im dan Hudaibiyah dengan ditemani oleh Kak Budi, tetangganya Ummi di bogor yang sudah 10 tahun menetap di Mekkah. Bahkan, pada hari selasa, sebelum sholat Dhuhur, aq bs mencium Batu Surga, Hajar Aswad. Subhanallah, tak henti2nya aq menangis, bahkan ketika akan mencium dan sesudahnya aq hanya bs menangis tanpa bisa berkata apa2, hanya bayangan ibu bapak saja yang bisa kuingat, Ya Allah, ampunilah dosa2 ibu bapakku. Oh iya, selama di Masjidil Haram, aq dua kali dipeluk dan dicium oleh ibu2 tua yang keliatannya berasal dari Pakistan. Entahlah, aq ga tau mengapa, bisa jadi karena meliat aq menangis, tp katanya ibu bisa jd juga si ibu2 tua itu titisannya Umak, neneknya Bapak yg dulu sewaktu kecil ikut mengasuh kami. Di kota Mekkah ini aq banyak membeli baju2 buat ibu, pdhl ibu udah berpesan agar aq tidak menghabiskan uang dengan membelikan beliau baju2, tp entahlah, rasanya aq ingin sekali membahagiakan ibu mumpung beliau msh sehat.

Hari Ketujuh -Rabu, 07 Mei 2008-

Ini merupakan hari terakhir kami di Kota Mekkah. Sedih rasanya mo ninggalin kota suci ini. Setelah sholat Dzuhur kami melaksanakan Thawaf Wada (Thawaf Perpisahan). Aq sedikit sedih ketika melihat Kabah untuk terakhir kalinya tp entah kenapa ada rasa percaya diri yang membuatku yakin bahwa aq akan kesini lagi suatu hari nanti, InsyaAlloh. Setelah makan siang kami berangkat menuju Jeddah. Di Jeddah kami menginap di Hotel Mercure.

Hari Kedelapan dan Kesembilan -Kamis, 08 Mei 2008 – Jumat, 09 Mei 2008-

Disini kami hanya menghabiskan waktu di dalam hotel, berjalan2 sebentar di pertokoan seputar hotel, kemudian kembali beristirahat di dalam hotel. Selagi menunggu toko2 buka, kami sempat berpapasan dengan Ivan Gunawan. Yeahh, lgs pasang aksi dan rebutan foto2 dengan si Madame hehehe . Karena ada delay dari pihak Garuda akhirnya kami pun terpaksa harus menginap satu malam lagi di Jeddah. Kami pun berpindah ke Hotel Al Azhar. Disini aq jg sempat bertemu dengan desainer kondang tanah air, Itang Yunazt, foto2 lagi hehehe. Selama di Jeddah, kami sempat mampir ke Al Balat, pertokoan yang ga ada pajaknya sama sekali. Disini aq banyak bertemu dgn ibu2 dan mbak2 dr Indonesia yang berburu parfum2 internasional. Pegawainya pun kebanyakan orang Indonesia. Disini aq membeli kurma muda titipan tmn2 ktr dan parfum kecil2 titipan Bu Iin.

Hari Kesepuluh -Sabtu, 10 Mei 2008-

Kami berangkat menuju Jakarta menggunakan Pesawat Garuda, GA 981, tepat pukul 10.00 WSA. Alhamdulillah, lagi2 di kelas executive. Perjalanan pulang 9 jam ini terasa berat sekali, kerongkongan sakit, sariawan, dingin, hidung yg perih, apalagi ketika pesawat telah memasuki jakarta, telingaku sakit sekali, mo pecah rasanya. Alhamdulillah, kami tiba dengan selamat di tanah air tepat pukul 12.00 malam. Terimakasih ya Allah, berkat-Mu lah aq bisa melaksanakan ibadah umroh dengan aman, selamat, sehat, dan lancar. Tidak Engkau biarkan aq bermalas2an disana. Mudah2an aq bisa kesana lagi. Amin ya Rabbal Alamin.

Advertisements

Responses

  1. Mau donk oleh2nya…hehe…
    kapan yaa bisa kesana..

  2. insyaAlloh un, mudah2an bisa kesana…
    oleh2nya nunggu aq balik ya hehehehe

  3. huhuuuuu
    hiikksss
    beruntungnya dirimu di panggl-Nya ke sana, aq kapan yaaa.
    Untung dey iid sebut namaku, smg aj aq segera ke sna. amiiin
    love u..

  4. subhanallah Ida..
    pengalaman yg luar biasa …
    pengen rasanya ngalamin yg serupa

    Mudah2an aq bisa kesana lagi. Amin ya Rabbal Alamin

    amin…. doain kita2 juga ya Da…
    to Makkah we will.. Insya Allah 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: